• Berita & Event
  • Zero Komplain Jadi Indokator Kesuksesan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Zero Komplain Jadi Indokator Kesuksesan Pengembangan Bandara Husein Sastranegara

30 Nov -0001

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menilai, indikator kesuksesan pengembangan Bandara Internasional Husein Sastranegara Kota Bandung akan terjadi jika grafik komplein konsumen menurun.

Menurutnya, pengembangan Bandara saat ini dimaksimalkan dalam kondisi lahan yang terbatas di tengah pemukiman warga.

“Mau dipanjangin susah, memang harus disesuaikan visinya, tiitpan dari saya, kalau bisa senyaman mungkin dan zero komplain,” kata Ridwan Kamil di Hotel Savoy Homan Kota Bandung, Senin (5/12/2016).

Menurutnya, semenjak pengoperasian bandara setelah renovasi, komplain penumpang terus bermunculan. Pihaknya menyerankan, kepada PT Angkasa Pura II selaku pengelola agar menyediakan fasilitas kendaraan minibus untuk mengantar penumpang dari pesawat menuju Bandara dan sebaliknya.

“Komplain yang masuk ke saya, turun dari pesawat suka repot. Turun jalan kaki pas hujan, Angkasa Pura harus punya mobil kecil bagi mereka yang tidak mungkin berjalan, lebih pada lansia, mohon dipikirkan,” ujarnya.

Selain, fasilitas kendaraan, fasilitas pendukung seperti parkir bagi penumpang agar ditingkatlkan karena terus bertambah.

“Akses masuk dan keluar masih jadi kendala. Parkir jadi kendala, lahan parkir agar dibangun bertingkat,” terangnya.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura II menargetkan penyelesaian jalur penerbangan internasional dari Bandung dengan tujuan Tiongkok hingga Thailand. Hal tersebut, bertepatan akan rampungnya renovasi perluasan Terminal Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.

General Manager Angkasa Pura II, Dorma Manalu mengatakan, perluasan bandara di Provinsi Jabar diprediksi tuntas akhir 2016. Nantinya, lahan baru tersebut difungsikan untuk penerbangan internasional.

Dengan kapasitas renovasi yang dihasilkan, pihaknya menargetkan empat sampai lima rute baru internasional, diberlakukan.

“Bangkok bagus, potensinya banyak. Phuket juga,” kata Dorma di Bandung.

Ia menilai, penerbangan dari Bandung menuju Tiongkok tanpa transit, mampu menjadi komoditas tinggi. Beberapa rute langsung dari Tiongkok di Indonesia yang sudah ada di antaranya, Manado dan Pontianak.

Jumlah turis negeri Tirai Bambu datang ke Indonesia, terus meningkat hingga 100 juta per tahunnya. Karenanya, dengan potensi Bandung yang mudah menarik perhatian, menjadi peluang besar penerbangan langsung menuju Tiongkok diberlakukan.

“Nanti, akan dibuka juga rute Tiongkok – Tanjungpinang,” katanya.