COVID019
Untuk informasi detail perkembangan dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Covid-19 dapat diakses disini.
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • Terminal Khusus Penerbangan Murah Bakal Ada di Indonesia

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Terminal Khusus Penerbangan Murah Bakal Ada di Indonesia

04 Mar 2019

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya menyebutkan, Indonesia akan segera memiliki  Terminal Bertarif Rendah atau Low Cost Carrier Terminal (LCCT).

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke Indonesia. Adapun LCCT pertama yang dimiliki Indonesia tersebut berlokasi di terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

"Maret ini de facto LCCT sudah ada di Indonesia," kata Arief di Skye Restaurant, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019).

Dia menyebutkan, ada terminal LCCT akan mampu mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara maupun domestik. Sebab biaya yang dikeluarkan akan menjadi lebih rendah.

"Biayanya lebih murah daripada yang normal (terminal full service)," ujar dia.

Dia menyebutkan, selama ini pertumbuhan penumpang pesawat tertinggi adalah pengguna LCC, bukan full service. Namun, sayangnya Indonesia belum memiliki LCCT seperti yang telah ada di beberapa negara tetangga.

"Airlines peranannya sangat penting di dalam tourism Indonesia. Airlines dibagi 2, Full Service dan LCC. Pertumbuhan full service kurang dari 5 persen, pertumbuhan LCC lebih dari 20 persen. Indonesia tidak memiliki satu pun LCCT, mau mendarat dimana para LCC itu? ," ujar dia.

Oleh karena itu, lanjutnya, Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta disulap menjadi LCCT pertama di Indonesia. Dengan harapan mampu menjadi daya tarik para wisatawan terutama dari mancanegara yang saat ini sebagian besar memilih bepergian dengan maskapai LCC.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Angkasa Pura II,  Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa terminal 1 dan terminal 2 sebetulnya saat ini sudah mengusung low cost carrier. Namun setelah revitalisasi kedua terminal tersebut akan menjelma sepenuhnya menjadi terminal LCCT.

Dia mengungkapkan, saat ini proses revitalisasi tengah berlangsung dan ditargetkan selesai 3 tahun mendatang pada 2021. Lambatnya proses tersebut sebab kedua terminal masih tetap difungsikan meski sedang direvitalisasi.

"Selesai 2021. Tapi kalau implementasinya akan mulai dengan pendekatan tahun depan akan kita mulai," kata dia saat diskusi eksklsusif bersama media di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis 22 November 2018.

Dia menambahkan, revitalisasi tersebut juga akan  meningkatkan daya tampung penumpang di terminal 1 dan 2 yang saat ini masing-masing kapasitasnya adalah 9 juta penumpang menjadi 25 juta atau hampir tiga kali lipatnya.

"Terminal 1 menjadi lebih luas desain konstruksinya 9 juta menjadi 25 juta. Terminal 2 juga sama," ujarnya.

Dia juga menuturkan, terminal 2 akan terkoneksi seperti terminal 3 dimana semua sub terminal seperti 2D, 2F dan lain sebagainya akan terhubung tanpa ada pemisah. “Nanti akan nyatu panjang kayak terminal 3,” ujarnya.

Dia menjelaskan, perbedaan mendasar terminal 1 dan terminal 2 saat menjadi full terminal LCCT ada tiga. Pertama adalah seamless journey dimana diharapkan dapat meneyedot penumpang wisatawan backpaker yang membawa barang sedikit saat bepergian. Karena di LCCT antrian saat check in atau hendak masuk pesawat antriannya akan dibedakan dengan yang memabawa banyak bagasi.

"Banyak milenial yang gak suka ngantri ingin melayani diri sendiri," ujarnya.

Kedua adalah Fast procesing time dimana mesin check in mandiri akan diperbanyak sehingga penumpang dapat melakukan check in sendiri melalui mesin yang disediakan tanpa harus antri panjang.

Sementara itu counter check in manual akan dikurangi jumlahnya dalam rangka membuat lahan terminal menjadi semakin luas. Terkahir adalah differentiated service atau pelayanan bagasi sendiri.

Selain itu, Self boarding gate juga akan diterapkan dimana pemeriksaan keamanan hanya akan menjadi satu tahap. Selanjutnya penumpang bisa langsung masuk ke gate hanya dengan menscan barcode yang terdapat di tiket pesawat.

Terminal 1 akan menjadi LCCT untuk penerbangan domestik. Sementara terminal 2 akan menjadi LCCT penerbangan internasional. Oleh sebab itu, Air Asia yang saat ini ada di terminal 3 akan dipindahkan ke terminal 2.

"Jadi nanti LCCT internasional yang ada di terminal 3 misal Air Asia pindah kembali lagi ke terminal 2," ujar dia.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu
Sumber: Merdeka.com & 

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya menyebutkan, Indonesia akan segera memiliki  Terminal Bertarif Rendah atau Low Cost Carrier Terminal (LCCT).

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke Indonesia. Adapun LCCT pertama yang dimiliki Indonesia tersebut berlokasi di terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

"Maret ini de facto LCCT sudah ada di Indonesia," kata Arief di Skye Restaurant, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019).

Dia menyebutkan, ada terminal LCCT akan mampu mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara maupun domestik. Sebab biaya yang dikeluarkan akan menjadi lebih rendah.

"Biayanya lebih murah daripada yang normal (terminal full service)," ujar dia.

Dia menyebutkan, selama ini pertumbuhan penumpang pesawat tertinggi adalah pengguna LCC, bukan full service. Namun, sayangnya Indonesia belum memiliki LCCT seperti yang telah ada di beberapa negara tetangga.

"Airlines peranannya sangat penting di dalam tourism Indonesia. Airlines dibagi 2, Full Service dan LCC. Pertumbuhan full service kurang dari 5 persen, pertumbuhan LCC lebih dari 20 persen. Indonesia tidak memiliki satu pun LCCT, mau mendarat dimana para LCC itu? ," ujar dia.

Oleh karena itu, lanjutnya, Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta disulap menjadi LCCT pertama di Indonesia. Dengan harapan mampu menjadi daya tarik para wisatawan terutama dari mancanegara yang saat ini sebagian besar memilih bepergian dengan maskapai LCC.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Angkasa Pura II,  Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa terminal 1 dan terminal 2 sebetulnya saat ini sudah mengusung low cost carrier. Namun setelah revitalisasi kedua terminal tersebut akan menjelma sepenuhnya menjadi terminal LCCT.

Dia mengungkapkan, saat ini proses revitalisasi tengah berlangsung dan ditargetkan selesai 3 tahun mendatang pada 2021. Lambatnya proses tersebut sebab kedua terminal masih tetap difungsikan meski sedang direvitalisasi.

"Selesai 2021. Tapi kalau implementasinya akan mulai dengan pendekatan tahun depan akan kita mulai," kata dia saat diskusi eksklsusif bersama media di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis 22 November 2018.

Dia menambahkan, revitalisasi tersebut juga akan  meningkatkan daya tampung penumpang di terminal 1 dan 2 yang saat ini masing-masing kapasitasnya adalah 9 juta penumpang menjadi 25 juta atau hampir tiga kali lipatnya.

"Terminal 1 menjadi lebih luas desain konstruksinya 9 juta menjadi 25 juta. Terminal 2 juga sama," ujarnya.

Dia juga menuturkan, terminal 2 akan terkoneksi seperti terminal 3 dimana semua sub terminal seperti 2D, 2F dan lain sebagainya akan terhubung tanpa ada pemisah. “Nanti akan nyatu panjang kayak terminal 3,” ujarnya.

Dia menjelaskan, perbedaan mendasar terminal 1 dan terminal 2 saat menjadi full terminal LCCT ada tiga. Pertama adalah seamless journey dimana diharapkan dapat meneyedot penumpang wisatawan backpaker yang membawa barang sedikit saat bepergian. Karena di LCCT antrian saat check in atau hendak masuk pesawat antriannya akan dibedakan dengan yang memabawa banyak bagasi.

"Banyak milenial yang gak suka ngantri ingin melayani diri sendiri," ujarnya.

Kedua adalah Fast procesing time dimana mesin check in mandiri akan diperbanyak sehingga penumpang dapat melakukan check in sendiri melalui mesin yang disediakan tanpa harus antri panjang.

Sementara itu counter check in manual akan dikurangi jumlahnya dalam rangka membuat lahan terminal menjadi semakin luas. Terkahir adalah differentiated service atau pelayanan bagasi sendiri.

Selain itu, Self boarding gate juga akan diterapkan dimana pemeriksaan keamanan hanya akan menjadi satu tahap. Selanjutnya penumpang bisa langsung masuk ke gate hanya dengan menscan barcode yang terdapat di tiket pesawat.

Terminal 1 akan menjadi LCCT untuk penerbangan domestik. Sementara terminal 2 akan menjadi LCCT penerbangan internasional. Oleh sebab itu, Air Asia yang saat ini ada di terminal 3 akan dipindahkan ke terminal 2.

"Jadi nanti LCCT internasional yang ada di terminal 3 misal Air Asia pindah kembali lagi ke terminal 2," ujar dia.

 

 

Reporter: Yayu Agustini Rahayu
Sumber: Merdeka.com & https://www.liputan6.com/bisnis/read/3908882/maret-2019-terminal-khusus-penerbangan-murah-bakal-ada-di-indonesia