COVID019
Untuk informasi detail perkembangan dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Covid-19 dapat diakses disini.
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • Tak Hanya Jadi Operator Bandara Terbaik di Indonesia, Angkasa Pura II Siap Go Global

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Tak Hanya Jadi Operator Bandara Terbaik di Indonesia, Angkasa Pura II Siap Go Global

27 Oct 2019

RMco.id  Rakyat Merdeka - Saat memperkenalkan jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10), Presiden Jokowi memberi tugas kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk mendorong ekspansi BUMN ke pasar global.

Menteri BUMN Erick Thohir juga menyatakan, agar BUMN tidak hanya besar di dalam negeri.

“Kita tidak ingin hanya jago kandang, tapi juga jadi pemain global,” ujarnya saat serah terima jabatan Menteri BUMN di Kementerian BUMN.

Sejalan dengan hal tersebut, Angkasa Pura II (AP II) sejak awal tahun 2019 ini telah mencanangkan Flagship Go Global sebagai bagian dari rencana ekspansi bisnis dan mencapai visi sebagai The Best Smart-Connected Airport Operator in The Region.

Dalam flagship Go Global tersebut, ada 3 program utama yang saat ini sedang dijalankan yaitu : Go International, Go Digital dan Go Excellence.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, implementasi dari Flagship Go Global tersebut antara lain mengelola bandara di luar negeri, bermitra strategis dengan operator bandara kelas dunia, dan meningkatkan kompetensi karyawan hingga berstandar global.

“Kami tengah menjajaki pasar untuk pengelolaan dan pengembangan di berbagai negara, seperti di Afrika. Saat ini, kami juga sedang menjajaki peluang untuk mengelola bandara di kawasan ASEAN seperti di Thailand,” jelas Awaluddin.

Bandara-bandara potensial di Afrika yang sudah dan tengah dijajaki oleh AP II antara lain ada di Mauritius, Madagaskar, Zanzibar, Tanzania, dan Nigeria.

Selain di Afrika, AP II juga pernah mengikuti proses tender pengelolaan operasi Bandara Clark di Filipina, pada tahun 2018.

Awaluddin mengatakan, AP II saat ini juga tengah mencari mitra operator bandara berkelas dunia, untuk mengembangkan dan mengelola salah satu bandara di bawah AP II.

“Saat ini kami tengah menyeleksi sejumlah calon mitra strategis yang telah memiliki nama besar di industri kebandarudaraan global, untuk bersama dengan AP II mengembangkan dan mengelola Bandara Internasional Kualanamu," papar Awaluddin.

“Melalui kerja sama dengan mitra strategis, maka pengembangan Bandara Kualanamu akan lebih masif dan cepat dalam menjadikan Bandara Kualanamu sebagai hub internasional airport di belahan barat Indonesia,” ujarnya.

Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Foto: Humas AP II)
Diharapkan, kerja sama AP II dengan mitra strategis di Bandara Kualanamu dapat meningkatkan trafik penumpang internasional dan domestik menjadi 20 juta penumpang dalam 5 tahun kedepan, pembiayaan perluasan terminal dan infrastruktur bandara, serta adanya aliansi global dengan maskapai dan bandara kelas dunia lainnya.

Terkait dengan meningkatkan kompetensi karyawan, AP II saat ini telah memiliki Airport Learning Center sebagai kawah candradimuka para talenta di sektor kebandarudaraan.

Di samping itu, karyawan AP II berkesempatan mendapat beasiswa di universitas dalam negeri dan luar negeri. Selain mengikuti berbagai pelatihan yang digelar lembaga global di industri penerbangan dunia seperti Airport Council International (ACI), International Air Transport Association (IATA), dan International Civil Aviation Organization (ICAO).

AP II juga mengajak seluruh stakeholder di industri penerbangan di Indonesia untuk bersama-sama bersinergi dan merumuskan strategi yang tepat, agar pelaku sektor penerbangan nasional dapat berkiprah di pasar global.

"Kita harus menjalankan konsep Indonesia Incoporated, harus bersinergi agar perusahaan-perusahaan transportasi udara nasional bisa mengglobal,” jelas Awaluddin.

AP II saat ini merupakan operator bandara terbesar di Indonesia yang mengelola mengelola 19 bandara di Tanah Air, termasuk Soekarno-Hatta, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia.

Di tahun 2020, AP II dipastikan akan mengelola 20 bandara dengan tambahan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
 
Seperti diketahui, pada 2018, AP II mengelola 16 bandara dengan jumlah penumpang mencapai 113 juta penumpang per tahun. [HES]