COVID019
Untuk informasi detail perkembangan dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Covid-19 dapat diakses disini.
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • Canggih, Bandara Banyuwangi Kini Punya Facial Recognition

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Canggih, Bandara Banyuwangi Kini Punya Facial Recognition

24 Feb 2020

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) akan mengimplementasikan teknologi pengenalan wajah di Bandara Internasional Banyuwangi pada pertengahan Maret 2020.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan Banyuwangi akan menjadi bandara pertama di Indonesia yang menggunakan biometric facial recognition untuk otomatisasi alur penumpang (passenger flow).

“Setelah menjadi yang pertama di Tanah Air dengan konsep eco-green airport, Bandara Banyuwangi kini juga menjadi yang pertama di Indonesia dalam menerapkan teknologi biometric facial recognition guna lebih menjamin keamanan penerbangan," jelasnya, melalui keterangan resmi, Senin (24/2/2020).

Banyuwangi, sebutnya, memang dipilih sebagai pilot project dari teknologi tersebut, sebelum nantinya diimplementasikan di bandara-bandara lain di bawah pengelolaan AP II.

Dia menuturkan saat ini Bandara Internasional Banyuwangi menyediakan dua alternatif untuk memproses lapor diri (check in). Alternatif pertama, adalah melalui check in counter bagi penumpang yang ingin memasukkan barang bawaan ke bagasi pesawat. Barang bawaan tersebut juga diregistrasi secara mandiri oleh penumpang untuk kemudian dimasukkan ke baggage handling system.

Sementara itu alternatif kedua adalah menggunakan mesin self check in yang bisa dipilih bagi penumpang pesawat dengan barang bawaan cukup di kabin pesawat. Pada kedua alternatif tersebut, setiap penumpang merekam wajah mereka menggunakan alat biometric facial recognition yang tersedia.

Setelah seluruh proses check in selesai, penumpang pesawat lalu menuju ruang tunggu (boarding lounge) untuk menunggu keberangkatan.

Ketika waktu boarding atau naik pesawat tiba, penumpang kemudian menuju gerbang otomatis (autogate) untuk menempelkan tiket (boarding pass) dan kemudian menjalani verifikasi melalui proses biometric facial recognition. Apabila boarding pass dan wajah sesuai dengan data, maka autogate akan terbuka dan penumpang dipersilahkan menaiki pesawat.

“Melalui teknologi ini, maka proses boarding saat ini menggunakan autogate tanpa perlu adanya personel yang bertugas, sehingga bisa ditugaskan di area lain,” jelasnya.

Awaluddin menuturkan Bandara Banyuwangi disiapkan sebagai proyek percontohan sebagai bandara dengan tren global terkini. Penumpang atau wisatawan lebih memilih memproses keberangkatan secara mandiri melalui self check in, mobile apps, self baggage drop, dan lain sebagainya.

Bandara yang disiapkan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata di Jawa Timur ini dikelola AP II mulai 2017, dan sejak itu pengembangan terus dilakukan seperti implementasi digitalisasi serta pengembangan sisi udara antara lain runway, overlay runway, dan perluasan apron.

Pengembangan runway baru saja usai dilakukan dari sebelumnya berdimensi 2.250 x 30 meter menjadi sekarang 2.500 x 45 meter supaya bandara bisa mengakomodir lebih banyak lagi jenis pesawat untuk beroperasi di Banyuwangi. Sementara itu, apron diperluas untuk menyediakan hingga sembilan parking stand pesawat dari sebelumnya hanya tiga parking stand.

Saat ini maskapai yang beroperasi melayani penerbangan dari dan ke Banyuwangi adalah Garuda Indonesia, Citilink, Wings Air dan Batik Air. Dalam waktu dekat rencananya Lion Air akan membuka penerbangan dari Jakarta – Banyuwangi dan sebaliknya.